Driver Ojol 'Jam Kalong' Nyaris Pingsan di Pinggir Jalan, Akunnya Disambar Petir Merah Pas Lagi Nunggu Orderan Fiktif!
Dinginnya Aspal dan Perut yang Keroncongan
Malam itu, jam di dashboard motor menunjukkan pukul 02.15 pagi. Langit Jakarta lagi nggak bersahabat, sisa hujan gerimis bikin aspal kelihatan mengkilap dan licin. Rian (28 tahun), seorang driver ojol yang udah narik dari jam 6 pagi, masih enggan buat pulang. Saldo di aplikasinya masih 'anyep'. Baru dapet lima tarikan, itu pun cuma jarak pendek yang tipis buat beli bensin sama bayar cicilan motor.
Rian mutusin buat melipir ke sebuah warung kopi yang udah mau tutup di daerah pinggiran kota. Sambil nunggu kopi sasetnya diseduh, dia buka HP-nya. Bukan buat nyari orderan—karena di jam segitu biasanya cuma ada 'orderan fiktif' alias hantu—tapi buat nyari hiburan supaya nggak ngantuk pas perjalanan pulang.
Iseng yang Berujung Getaran Tak Biasa
Dengan sisa saldo di dompet digitalnya yang cuma 20 ribu perak, Rian iseng buka game yang lagi viral banget, si "Kakek Petir" alias Gates of Olympus. Dia nggak berharap banyak. "Ah, daripada ngantuk, mending liat si Kakek marah-marah," gumamnya sambil ketawa getir.
Rian mulai mencet layarnya. Satu kali, dua kali, nggak ada yang spesial. Tapi di putaran kesepuluh, sesuatu yang aneh terjadi. Layar HP-nya yang tadinya redup tiba-tiba terang benderang. Musik di gamenya berubah jadi suara petir yang menggelegar, padahal dia nggak pake headset. Warung kopi yang sepi itu mendadak kerasa punya energi yang beda.
Detik-Detik 'Gerbang Surga' Terbuka
Tiba-tiba, empat simbol kakek berjenggot putih (Scatter) mendarat dengan suara 'gedubrak' yang kenceng banget. Rian dapet 15 putaran gratis. Jantungnya mulai balapan. Di putaran kelima, keajaiban dimulai. Si Kakek Zeus di layar itu nggak cuma sekali ngangkat tangan, tapi berkali-kali!
"BOOM! BOOM! BOOM!"
Tiga buah bola petir warna merah darah keluar barengan. Angkanya bikin mata Rian melotot: x100, x250, dan x500! Di saat yang sama, simbol-simbol mahkota emas jatuh bertubi-tubi di layar HP-nya. Angka di kolom kemenangan Rian langsung loncat dari ribuan ke jutaan, terus puluhan juta, sampe akhirnya... angka itu berhenti di sebuah nominal yang nggak pernah Rian bayangin seumur hidupnya.
Lemes di Pinggir Jalan, Dikira Kena Rampok
Pas angka kemenangan itu berhenti, Rian bener-bener lemes. Tangannya gemeteran hebat sampe HP-nya jatuh ke tanah. Dia langsung jongkok di samping motornya, mukanya pucet pasi, keringat dingin bercucuran. Pemilik warkop yang liat kejadian itu langsung panik.
"Kenapa, Mas? Kena rampok? Atau pusing?" tanya si abang warkop sambil nyamperin. Rian nggak bisa jawab. Dia cuma nunjuk HP-nya yang tergeletak di tanah dengan layar yang masih kedap-kedip nunjukin angka 2,5 Miliar Rupiah. Si abang warkop pas liat layar itu langsung ikut melongo. "Allahu Akbar! Mas, ini beneran?"
Antara Percaya dan Nggak Percaya
Malam itu Rian nggak jadi pulang ke rumah kontrakannya yang sempit. Dia diem di warkop sampe subuh, masih takut kalau itu semua cuma mimpi atau glitch aplikasi. Dia bolak-balik ngecek saldo akunnya, dan angka itu tetep di sana. Dia coba withdraw atau tarik sebagian kecil, dan ternyata masuk ke rekeningnya dalam hitungan menit.
Di situ Rian nangis sejadi-jadinya. Dia inget ibunya di kampung yang lagi sakit-sakitan dan adeknya yang terancam putus sekolah karena nggak ada biaya. "Ya Allah, ternyata ini cara Engkau ngebantu hamba-Mu yang lagi kejepit," isaknya di tengah remang-remang lampu warkop.
Perubahan Hidup yang 180 Derajat
Kisah Rian ini nggak langsung dia ceritain ke temen-temen ojolnya karena dia takut bakal banyak yang minta pinjeman atau malah dia jadi sasaran kejahatan. Secara diem-diem, dia mulai ngerapihin hidupnya. Motor yang tadinya sering mogok langsung dia ganti, bukan sama motor mewah, tapi motor yang layak buat dia narik (meskipun sekarang dia udah jarang narik).
Dia pulang ke kampung, bangun rumah buat ibunya, dan buka usaha toko kelontong yang gede di desanya. Temen-temennya cuma tau kalau Rian dapet 'warisan' atau menang undian bank. Rian milih buat tetep low profile. Dia nggak mau sombong karena dia tau, harta itu titipan dan bisa ilang kapan aja secepat petir si Kakek Zeus nyamber HP-nya malam itu.
Fenomena 'Jam Kalong' yang Jadi Bahan Gosip
Cerita tentang "Driver Ojol Beruntung" ini akhirnya bocor juga ke grup-grup WhatsApp ojol se-Jakarta. Banyak driver lain yang akhirnya nyoba-nyoba 'ngalong' demi nyari hoki yang sama kayak Rian. Tapi Rian selalu pesen ke temen-temen deketnya: "Jangan dijadiin patokan. Saya malam itu bener-bener lagi di titik nadir, mungkin doa ibu saya yang tembus ke langit."
Rian sadar kalau dunia digital itu penuh misteri. Banyak orang yang hancur gara-gara ambisi, tapi ada juga yang (atas izin Tuhan) nasibnya berubah dalam satu kedipan mata. Dia sekarang lebih fokus buat ngembangin usahanya dan nggak mau lagi nyentuh game itu. "Cukup sekali seumur hidup, saya nggak mau serakah," katanya tegas.